Sosial Media Marketing
Others

Jejaring Sosial Yang Efektif Untuk Tempat Beriklan

Meski ada banyak sekali macam-macam strategi marketing yang biasa dijalankan oleh para marketer, namun yang paling bisa diandalkan karena hasilnya yang konsisten adalah Social Media Advertising.

Social Media Advertising yakni mempublish iklan kepada pengguna platform sosial media. Jejaring sosial memanfaatkan data personal setiap penggunanya untuk menayangkan iklan-iklan yang relevan dengan minat dan ketertarikan mereka. 

Dalam beberapa kasus, marketer bisa mendapatkan penjualan yang sangat signifikan, ketika iklan yang ditayangkan cocok dengan demografi penggunanya, dengan pengeluaran seminim mungkin. Lalu, sosial media mana yang paling efektif untuk beriklan? Berikut ulasannya.

Facebook

Sosial Media besutan Mark Zuckerberg ini menampung lebih dari 2 triliun pengakses setiap bulannya. Hal ini memberikan kesempatan yang sangat luas, bagi para marketer untuk menjangkau pelanggan-pelanggan potensialnya. 

Facebook menawarkan fitur targeting iklan yang lebih detail dibanding sosial media lainnya. Pengiklan bisa mengatur berdasarkan jarak dengan lokasi bisnis, pekerjaan, hingga aktivitas di masa lampau penggunanya. 

Rata-rata biaya iklan di Facebook berdasarkan perhitungan per klik (CPC) sekitar Rp 3.000 per kliknya. Sementara biaya per 1.000 penayangan (CPM) berkisar antara Rp 100.000. Harga ini juga tergantung pada usia target audiens, di mana semakin tua harganya akan semakin murah. 

Jika anda tertarik untuk mulai menjalankan iklan di Facebook, untuk hasil maksimal dan biaya yang efisien, anda bisa memanfaatkan jasa dari https://www.sribu.com/id/cat/jasa-iklan-facebook

Instagram

Masih satu perusahaan dengan Facebook, Instagram juga sangat efektif sebagai media menjalankan iklan. Dari hasil riset, Instagram menempati urutan pertama untuk tingkat interaksi, 58% lebih baik daripada Facebook dan 2.000% daripada Twitter.

Pengiklan yang cenderung menggunakan media iklan dengan mengandalkan gambar atau video, sangat cocok memanfaatkan sosial media satu ini. Sebab Instagram merupakan situs untuk berbagi gambar dan video. Apalagi jika produk yang dijual adalah untuk kaum remaja, karena mayoritas penggunanya memiliki usia antara 20 – 30 tahun. Iklan di Instagram, juga bisa langsung ditautkan dengan link produk atau landing page, sehingga memungkinkan audiens berinteraksi langsung dengan produk yang ditawarkan. 

Untuk biaya yang dikeluarkan, antara Instagram dan Facebook harga rata-ratanya tidak terpaut terlalu jauh, lebih murah untuk Instagram. Dengan biaya dan konten yang digunakan sama, tingkat interaksi di Instagram jauh lebih tinggi. 

Hal ini dibuktikan oleh Victoria Secret yang melakukan percobaan dengan membandingkan beriklan di Instagram dan Facebook. Pada konten di Facebook yang diiklankan, perusahaan itu mendapatkan jumlah like sebanyak 2.000 rata-rata tiap post. Sementara di Instagram, postingan berbayarnya mendapatkan rata-rata 280.000 likes tiap post.

Twitter

Salah satu faktor yang menjadikan Twitter sebagai jejaring sosial dengan pengguna yang banyak, adalah kecepatan dalam berbagi informasi. Selain itu, Twitter juga memungkinan para penggunanya terhubung sangat dekat dengan sosok publik figur atau influencer. Jarak yang dekat ini, menjadikan Twitter sangat cocok sebagai media promosi atau beriklan.

Kelebihan Twitter dalam hal marketing adalah tingginya tingkat konversi penjualan. Sebab, hanya dengan mengandalkan jumlah karakter dan media yang terbatas, penggunanya tidak akan terlalu merasa terganggu dengan caption yang cenderung Hard Selling.

Untuk biaya, tarif rata-rata per 1.000 penayangan iklan adalah sebesar Rp 120.000 sementara tarif per kliknya sekitar Rp 4.000. Setiap tahunnya tarif ini secara stabil mengalami peningkatan, dikarenakan semakin banyaknya pengiklan yang beriklan di Twitter.