Novel Sejarah Termasuk Novel Non-Fiksi kah ?
Others

Novel Sejarah Termasuk Novel Non-Fiksi kah ?

Novel sejarah biasanya akan memiliki suasana sejarah yang sangat kental misal, dengan penggambaran lingkungan, percakapan antar karakter, juga melalui penulisan beberapa kata lampau. Sejarah yang ada di Indonesia beberapa kali telah menjadi sebuah ide penulisan untuk beberapa novel. Sejarah yang dijadikan sebuah novel memiliki nilai keunikan tersendiri bagi para pembaca sehingga novel ini tidak pernah kehilangan para pembacanya.

Berikut novel sejarah yang saat ini masih laris di pasaran,

Karya Ahmad Tohari novel ‘Orang Proyek’ mengenai seseorang yang ingin membangun jembatan pada era orde baru namun, terganjal berbagai permasalahan karena adanya korupsi yang masif pada saat itu. Karya lain ‘Ronggeng Dukuh Paruh’ yang menceritakan Srinthil sebagai penari, namun pada tahun 1965 terdapat peristiwa politik yang membuatnya ingin memperbaiki citra penari ronggeng yang telah di cap negatif oleh masyarakat. Melihat karya-karya tersebut terdapat cerita atau kejadian yang memang ada dalam kehidupan nyata, namun dalam beberapa hal ditambahkan gambaran peristiwa lain agar lebih menarik para pembaca.

Karya novel sejarah lainnya karya Pramoedya Ananta Toer dengan novel ‘Bumi Manusia’ yang menggambarkan masa-masa kolonial belanda dan menurut beberapa review mengatakan bahwa penggambaran diskriminasi pada saat penjajahan pada masyarakat Indonesia di jelaskan secara apik sehingga pembaca pun dapat ikut merasakan penderitaan dan susahnya pada masa-masa tersebut. Genre novel ini tidak hanya membawa sejarah sebagai suasana lingkungan dalam novel tetapi juga terdapat romantisnya kisah percintaan antara Minke dan Annelies sebagai pemanis dalam novel tersebut. Karya-karya novelis handal tersebut, beberapa ada pula yang menarik sutradara sehingga dijadikan film diantaranya, Sang Penari yang terinspirasi novel Ronggeng Dukuh Paruh dan Bumi Manusia yang terinspirasi novel yang berjudul sama. Namun, sejarah yang ditulis dalam novel tentunya tidak sepenuhnya benar karena para penulis telah mengetahui alur novel yang menarik pembaca dan sesuai dengan ciri khas dari penulis tersebut.

Novel sejarah yang ditulis penulis bukan non-fiksi secara keseluruhan karena didalamnya penulis perlu menambahkan peristiwa di karangannya agar alur cerita yang dibuat lebih bagus dan lebih membawa pembaca pada imajinasi sejarah Indonesia. Selain menikmati karangan cerita penulis yang mengalir kita dapat menelusuri rekam jejak sejarah dari tokoh-tokoh yang diceritakan pada novel. Melalui novel yang memiliki nilai sejarah juga dapat sebagai media pembelajaran yang menyenangkan karena dapat kita lihat pada buku-buku sejarah sekolah seringkali terkesan kaku sehingga para pelajar pun kurang tertarik pada buku tersebut.