Berkomunikasi Lewat Sosial Media
Others

Sisi Buruk Sosial Media Dalam Kehidupan

Gaya hidup di tengah perkembangan yang teknologi saat ini, menjadikan orang-orang menghabiskan hampir seluruh waktunya dengan mengakses sosial media. Orang-orang kini cenderung melakukan komunikasi melalui dunia maya, daripada harus bertemu langsung bertatap muka. Tidak salah memang, karena sosial media bisa menghapus adanya jarak dan waktu sehingga membuat komunikasi semakin efisien. 

Namun pada perjalanannya, penggunaan sosial media semakin melenceng dari tujuan pembuatannya, dan bahkan melanggar norma serta aturan yang ada. Tak jarang, sosial media yang seharusnya mempererat tali silaturahmi, justru menjadi alat pemutus hubungan yang sangat berbahaya. Berikut beberapa sisi buruk sosial media, seperti yang dirangkum footalk blog

Hubungan Emosional

Orang-orang berhubungan satu sama lain melalui sosial media dengan memanfaatkan fitur pesan yang disediakan. Namun fitur ini memiliki kekurangan, yakni tidak bisa mengungkapkan raut wajah atau emosi. Terkadang hal ini bisa menimbulkan masalah tersendiri. 

Beberapa kasus yang terjadi, dua orang bisa berubah saling bertengkar di sosial media karena kesalahpahaman akibat hal ini. Pesan yang ditulis tidak bisa merefleksikan emosi yang sedang dialami orang di dunia nyata. 

Jadi Alat Untuk Menyakiti Orang Lain

Seringkali, orang-orang secara tidak sadar memberikan komentar negatif yang bisa menyakiti perasaan orang lain. Hal ini dikarenakan orang hanya melihat dari apa yang ditunjukkan melalui status atau foto saja. Bukan kenyataan yang ada di kehidupan sesungguhnya. 

Apalagi karena merasa sosoknya tidak diketahui lawan bicara, orang-orang menjadi merasa bebas untuk menulis apa saja yang mereka inginkan. Merasa seakan tidak akan ada hukuman yang diterima setelah mereka berbuat salah.

Tidak Menunjukkan Ekspresi Yang Sebenarnya

Perbincangan di sosial media hanya dipenuhi dengan kata-kata “lol”, “haha” atau “omg” untuk memberikan reaksi. Hal ini sudah menjadi kebiasaan umum, padahal ketika seseorang mengetik “haha” belum tentu aslinya mereka sedang tertawa, bahkan sebenarnya mereka pada dasarnya sedang bersedih. 

Mendegradasi Pemahaman dan Perhatian

Berkomunikasi di sosial media melalui kolom komentar atau fitur “messaging”, terbukti menurunkan kualitas percakapan. Orang-orang yang terlalu sering menghabiskan waktu di dunia maya untuk online atau mengakses sosial media, tidak selalu paham dengan apa yang dimaksud oleh lawan bicara, atau emosi pun perasaanya. 

Seringkali hal ini menjadi pemicu munculnya kesalahpahaman. Misal kasus yang sering terjadi adalah ketika orang pertama membahas A, orang kedua memberikan jawaban B yang sama sekali tidak nyambung. Hal ini merupakan akibat dari masing-masing pihak yang lebih memperhatikan apa yang ada di pikiran masing-masing. 

Memfasilitasi Kemalasan

Jejaring sosial membuat hidup semakin nyaman dan akhirnya berujung pada kemalasan. Daripada menemui teman ke rumahnya untuk bertanya sesuatu, dengan sosial media orang-orang tinggal mengirimkan pesan, sembari duduk atau berbaring di tempat tidur. 

Atau juga ketika ada keperluan untuk membeli barang, tinggal menghubungi toko online di sosial media, barang pun sudah bisa sampai di rumah. Memang mudah untuk menghabiskan waktu dengan tidak melakukan apa-apa atau diam tidak bergerak.